Search

Loading...

20 February 2010

Curhatku Pada mu Anak ku

Kisah tentang aku, buah hati ku dan kelakuan ibu nya....

Aku tiba saat mentari mulai menampakkan wajahnya di Timur bumi, adzhan subuh baru saja berkumandang, bangunkan insan yang terbuai dalam mimpi-mimpi indah duniawi. Hampir tak ku kenali lagi kota ku ini, sebab tanah yang dulu tempatku bermain kelereng, lompat tali, bermain egrang dan petak umpet telah berdiri bangunan megah laksana raksasa diantara ribuan para kurcaci.

Aku angkat ransel militer ku yang kusut, kusandarkan di punggung ku yang letih setelah semalaman bersandar pada kursi bus yang telah keropos. Angin bertiup pelan, namun tak seperti ayunan langkahku yang kencang untuk segera bertemu Ayah, Ibu dan Sang buah hati, sebab enam tahun sudah aku tak menatap wajah ibu dan bapak, apalagi menciumi jemarinya. Sedang sepuluh bulan sudah aku tak mendekap tubuh mungil si buah hati.

Dibalik pintu warna biru tua, terlihat seorang wanita paruh baya berdiri dengan senyum indah di kedua bibir yang telah mengkerut, namun menyiratkan bahwa dulu beliau adalah seorang wanita yang cantik jelita. Beliau adalah ibuku, ibu yang telah membesarkan aku dengan kasih sayang dan dialah yang memberiku susu dari darah dagingnya hingga aku bisa seperti sekarang ini.


"Assalamu'alaikum, Ibu"
"Wa'alaikum salam" jawab ibu membalas salam ku.


Ku peluk tubuh ibu dan ku cium jemarinya, sejenak teringat akan masa kecil dulu, ketika ibu membelai rambut ku, hingga aku terlelap dalam pangkuannya.

"Apa kabar Ibu, apakah ibu sehat" tanya ku.
"Alhamdulillah Ibu sehat" jawabnya.


Beberapa saat kemudian, bapak muncul dari balik pintu warna biru tua itu. Kuraih dan ku cium tangan bapak sambil bertanya :

"Apa kabar pak, bapak sehat ?"
beliaupun menjawab "Alhamdulillah bapak sehat."
ternyata suara bapak masih lantang seperti dulu.


"Anak ku mana pak" tanyaku lagi.
"Dia masih tidur, apa perlu bapak bangunkan ?" jawab bapak.
"Tidak usah pak, biar saja, kasihan dia" kataku.


Sebenarnya ingin sekali aku segera merangkul tubuh buah hati ku itu, sebab rinduku sungguh tak tertahankan lagi padanya, tapi ku urungkan niat itu, sebab aku kasihan dan tidak mau mengusik nyenyak tidurnya.

Jam menunjukkan pukul 05.30 wita, sang buah hati terbangun dari nyenyak tidurnya, dan memang seperti itulah kebiasaan dia, sebab kata bapak, jam segitu dia akan memberikan makanan pada ayam-ayam kesayangan nya. Tapi pagi itu ayam-ayam kesayangan si buah hati terlupakan, karena terganti oleh kehadiran ku.

"Ayaaaahhhhhhh !!!....kapan sampai !!" teriak anak ku sambil melompat ke dalam pangkuan ku.

Aku menangkap dan menggendong nya sambil berputar-putar bagai baling-baling helikopter yang akan lepas landas.

"hoppp...tadi sayang...jam setengan lima"

Kami pun bercanda sejenak, hingga terlontar sebuah pertanyaan dari bibir mungilnya.

"Ayah, ibu mana...kok ngga' bareng". tanya anak ku.

Aku tersentak, nafasku berhenti sejenak, lidah ku kaku dan hati ku sedikit perih mendapat pertanyaan ini. Sulit rasanya menjelaskan pada mu Nak, tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ibu mu itu.

"Ibu kerja sayang, hmmm...sekarang sudah jam 06.00, saatnya mandi, nanti telat lo kesekolahnya" jawab ku sedikit mengalihkan pembicaraan.
"O'ia...mandi dulu ya, yah" jawabnya.


Lima belas menit sebelum pukul 07, anak ku, sang permata hati ku berangkat ke sekolah, setelah terlebih dahulu mencium jemariku.


"Yang pinter ya sayang, jangan nakal" pesanku padanya.
"ya..Yah...Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam" jawab ku membalas salam.


Kupandangi langkah buah hati ku itu hingga menghilang di balik pertigaan lampu merah, menuju ke sekolahnya.


Wahai anak ku, permata hati ku, maafkan aku yang telah membohongi mu. Entah kapan aku bisa menjelaskan pada mu secara langsung tentang apa yang sebenarnya terjadi pada ibu mu itu. Bahwa ibumu telah meninggalkan mu, meninggalkan kita untuk hidup serumah dengan pria lain tanpa ikatan pernikahan. Bahwa ibumu telah jatuh kedalam bujuk rayu seorang pria yang notabene (maaf beribu maaf) tak seiman dengan kita, bahkan konon kabarnya mereka telah bertunangan. Dan Aku telah menggugat cerai ibu mu oleh sebab hal tersebut, dan kami sekarang sedang menunggu proses persidangan.

Maafkan Ayah Nak....ayah tak bisa berkata sebab lidah ayah kaku tuk menjelaskannya secara gamblang pada mu, tetapi beberapa foto ibu mu bersama pria ini mungkin bisa menjelaskan pada mu tentang apa yang sebenarnya terjadi








Itulah kelakuan ibumu saat ini anak ku...
Namun ....Satu pesan ku pada mu Anak ku....tetaplah engkau sayangi ibu mu dan jangan pernah sedikitpun engkau membencinya sebab walau bagaimana pun dia tetaplah ibu mu, ibu yang melahirkan mu. Semoga suatu saat nanti aku bisa menjelaskan secara langsung pada mu anak ku, dan aku berharap semoga engkau bisa mengerti.





Jangan sedih ya nak..jangan pernah meneteskan airmata....baik-baiklah kamu bersama kakek dan nenek, Yang sabar Nak...yang Tabah...Yang Tawakkal....Ayah pasti akan selalu menengokmu jika ada Cuti..

Tegarlah engkau Anak ku !!!
Tegarlah engkau anak ku !!!
Setegar karang !!!

kita hadapi kerasnya hempasan ombak ini berdua, walau dengan linangan air mata, sebab yakinlah akan tiba saat nya kita berdiri TEGAR diatas karang itu !!!
dengan kekuatan cinta kita yang tak kan pernah rapuh oleh ruang dan waktu.


I LOVE YOU MY SON ....I LOVE YOU PUTRA KU.....!!!!!

Depok 19/02/10

96 komentar:

narti said...

sedih bacanya, tapi tabah sekali...
yang sabar ya...

sda said...

memang bukan hal yg mudah mengatakan hal ini pada anak, tapi tetap harus dikasih tahu, jangan sampai anak bilang bahwa ayahnya pembohong karena selalu menutupi masalah ini.
katakan pelan2, moga dia bisa mengerti.

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Narti...
terima kasih...tak mudah mengungkapkan hal ini pada orang lain tapi rasanya hati ku telah lega, sebab aku bisa berbagi dengan para sahabat2 ku..sesama blogger.

@ Sda...
Saya ingin sekali mengatakan hal ini padanya...tapi aku takut akan berpengaruh pada mentalnya sehingga sekolahnya akan terganggu, sebab dia masih kecil..masih SD kelas 4...apa dia sudah sanggup menerima berita ini ??? pendapat sahabt bagaimana ??

catatanku.info said...

puisi semua ya kak

nuansa pena said...

Subhanallah, semoga mendapat ganti yang lebih baik.
Saya setuju sama sda, segera memberi tahu, lebih baik anak tahu dari anda, daripada dari mulut orang lain.
Semoga semua urusan anda lancar, Amin!

setiakasih said...

Will,
menitis air mataku membacanya.
Harus juga memberitahu kebenarannya, nanti ya.

Will,
atas nama cinta sesama insan dan kepadaNya, moga isterimu itu kembali ke jalan yang benar.

Will,
kepedihanmu seakan aku dapat merasakannya. sesungguhnya Allah SWT menguji hambaNya dengan dugaan yang mamppu dihadapinya.

Kau bertanyakan apakah harus memberitahunya, ya.. harus, yang umum sahaja. dengan siapa itu dan yang lebih dalam itu, mungkin nga' usah dulu. namun harus tahu juga, bila dia telah kau rasa bersedia.

msafru said...

Jadi pengen nangis nich mas, ceritanya hampir mirip sama "ANANG" tapi TUHAN pasti memberi yang lebih baik kepada umatnya

Yhya said...

wah.. artikelnya bagus dan menarik. makasih deh.. minta folow ya teman2..

Rock said...

Selamat siang mas Willyo...

ica said...

Aku hampir saja menitikkan air mata... swear.. terharu, sedih, atas apa yang terjadi juga bangga atas ketegaran hati sobatku ini.... yang tabah ya mas... mas masih punya banyak hal terindah dalam hidup, biarlah apa yang terjadi bukan menjadi racun untuk kehidupan mas tapi ada intan yang akan mas dapatkan dari setiap kejadian buruk yang menimpa.
Untuk buah hatinya, mudah2an ada waktu yang baik dan semoga dia bisa menerima dengan ketegaran seperti apa yang ditunjukkan bapaknya.
Semangat mas.... :)

I2 said...

Jangan pernah ragu untuk berbagi, kita di sini ada... sebagai sahabat, sebagai saudara....
Tetap tegar, tawakkal, apapun keberadaan kita, baik buruknya senantiasa bersyukur.. Yakinilah..ada hal baik menunggu untuk mas wilyo dan putranya....
Keep smile..

Prie said...

pertama : semoga mas diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan iman dalam menghadapi segala cobaan yang diberikan Allah SWT
kedua : tiap segala sesuatu yang berlaku di muka bumi ini tentu ada hikmahnya, ambil yang baik dan buang yang buruk
ketiga : salut buat mas, sebagai seorang tentara yang identik dengan 'kesangaran' tp mas begitu lembut dalam bertutur ...

Jiox said...

kuatkan hatimu adik kecil.. selalu sedih kalau membaca tema seperti ini..
semoga selalu diberi kekuatan Romantic Soldier.. Langit pasti akan memberi yang terbaik untukmu! Amiin..
Semoga sehat selalu adek Putra

Ipin's cool said...

melihat sosok tubuh dalam foto tsb sepertinya pria lain itu dari angkatan militer juga yah sobb..

Kasihan anak yang jadi korban bila perceraian terjadi . tapi bila dilihat dari akar masalah nya segitu teganya wanita itu menghianati cinta kang wilyo yang begitu dalam. semoga di berikan kesadaran buat mantan istri kang wilyo dan mengakui segala kesalahan2 yg telah lalu.

buat kang wilyo semoga di berikan kesabaran dan mendapatkan istri yang soleha untuk mendidik dan membesarkan wilyo junior

Tetap semangat broo

angger said...

sabar ya mas will,semua pasti ada hikmahnya,,,

NURA said...

salam sobat
terharu bacanya mas,,
memang hidup ini penuh dengan masalah mas,,tetapi kita harus berusaha untuk bisa menghadapinya.,,dengan kesabaran dan tawakal.

lina@happy family said...

Maaf saya baru mampir lagi. Kaget juga saya baca ini, sangat berat ya Sobat, tapi demi putra tercinta, Sobat harus tetap tegar. Saya dukung Sobat untuk bercerai, karena, maaf, dia memang tidak pantas untuk dipertahankan.
Usia sang putra sudah cukup besar, coba pelan2 beritahu kondisi yang sebenarnya, daripada tahu dari orang lain... Tetap semangat, perjalanan masih panjang...

Hdsence said...

sangat menyentuh ceritamu sobat,,,,,

sebuah pesan yg baik untuk sang buah hatinya...

Jalani hidup apa adanya said...

sabar sahabat terus lah tegar menghadapi hidup yang penuh ujan ini

Awaluddin Jamal said...

Sedih diriku membaca "curhatanmu" ini Mas Willyo..,

Tidak kusangka ada wanita yang begitu tega mengkhianati cinta yang sangat tulus dari suaminya..,

Yang Sangat saya sayangkan.. mengapa dia tega berbuat seperti itu padahal dia itu seorang wanita yang sudah punya seorang Putra..,

Dimana tanggung jawab moralnya sebagai seorang Ibu.. apa dia masih bisa dianggap seorang Ibu.. sementara dia telah tega meninggalkan Suami dan Anaknya hanya demi merenggut kebahagian sesaat dengan Pria lain..

Tidakkah dia sadar bahwa.. apa yang telah ditinggalkannya merupakan kebahagiannya untuk selamanya baik itu di dunia maupun diakhirat..

Yang Tabah Mas.. Semoga kelak Putramu juga diberi ketabahan ketika tahu apa yang terjadi sebenarnya..,

munir ardi said...

Turut sedih mas Willyo rupanya inilah jawaban dari segala puisi kegundahan hati mas selama ini, yang tabah ya mas, walaupun mungkin pernah bersama, tapi saya yakin rencana Nya untuk anda jauh lebih baik mungkin ada perempuan lain yang lebih saleha untuk anda, karena lelaki baik akan mendapatkan wanita baik yakinlah

Alvhie aja ga pake N said...

sedih banget,,,,saya seperti ikut masuk dalam cerita setelah membacanya^^

SeNjA said...

sahabat,....

dua kali aku membaca tulisanmu ini,aku berlama-lama memandang sosok ibu anakmu bersama seseorang yg membuatnya khilaf melupakan buah hati yg terlahir dari rahimnya *_*

ini kah jawaban dari catatan2 sedihmu ?
inikah kehilangan terbesarmu ?

luar biasa dan aku berterima kasih memberi kami sahabatmu kesempatan membaca tulisan ini,mengungkapkan ini jelas tidak mudah.

Lupakan kepahitan dan perginya dia dari hidupmu.lupakan....

ingat satu hal saja,jadikan ini alasan untuk membuatmu kuat dan berbahagia dengan jagoanmu tercinta.

dia cukup menjadi alasan untukmu bahagia lagi sahabat ^^
bahagialah bersama jagoanmu yang manis ini.

setiap orang pasti punya kepahitan,tidak ada hidup yg sempurna..bgt jg hidup ku dan hidup smua org...jangan patah semangat,kelak akan ada cinta yg membalut luka hatimu ^^
dan menjadi penyejuk hati mu dan sikecil,amiennn.....

* trima ksh membaginya dgnku ^^
tetaplah mencari kebahagiaanmu...

Shin-kun said...

Sob, Shin-kun gak bisa bilang apa2, hanya 1 kata, SALUT!. Beban hidup yang dirimu alami gak mudah ditanggung, bahkan mungkin sangat berat buat semua orang, tapi dirimu menghadapinya dengan tabah dan tetap tersenyum. Shin-kun salut sekali padamu Sobat :).

Untuk masalah pemberitahuan mengenai bagaimana keadaan ibunya, menurut Shin-kun, memang harus dikasih tahu, hanya mungkin tunggulah barang 1-2 tahun lagi, menurut Shin-kun saat ini jiwanya belum siap, tunggulah sebentar lagi Sob :)...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ catatanku.info ..
hmmm..ga juga cuma memang 90% puisi

@ nuansa pena..
terimakasih atas masukan sahabat..

@ setiakasih..
terimakasih sahabat ku...semoga Allah SWT membalas kebaikan mu..

@ msafru ..
Amin Sobat...Semoga Allah mengabulkan

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Yhya ..
thanks ya...

@ Rock..
mat siang juga sob...

@ ica ..
terimakasih ca...km sahabat terbaik yg pernah aku kenal...salam dari kami utuk mu

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ I2...
Amin...terimakasih sahabat..Insya Allah aku tegar..

@ Prie..
terimakasih sahabat...sabat mambuat ku sedikit tersenyum...

@ Jiox...
Amin..thanks sob...salam dari putra untuk mu..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Ipin's cool ..
Bukan sob..dia bukan seorang militer seperti ku, jika saja dia seorang militer pastilah akan lain persoalannya, karna Mahkamah Militer akan menindak lanjuti hal ini.. dan dia bisa dipecat dari kedinasan.

@ angger..
Makasih ya sob...karena aku ada malasah ini...award km ga sempat aku posting...maaf ya..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ NURA..
Amin...Insya Allah aku akan tabah dan tawakkal..btw..makasih Mba..

@ lina@happy family
terimakasih atas dukungan sahabat...tuk anak ku..aku masih ragu Mba tuk mengatakannya soalnya dia baru kelas SD apa tidak mengganggu mentalnya sehingga sekolahnya terbengkalai ???

@ Hdsence..
terimakasih sahabat..anda adlh sahabat terbaik.

@ Jalani hidup apa adanya..
Makasih sahabat...Insya Allah aku akan tegar

secangkir teh dan sekerat roti said...

dengar pak!

saya walaupun belum menikah turut ikut teriris oleh kisah bapak..

saya doakan pak...
ini yang terbaik buat bapak dan anak..

salam buat anaknya : "kamu tidak sendirian"...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Awaluddin Jamal..
begitulah jalan hidup sob...semoga ada hikmah dibalik semua ini..btw thanks ya...

@ munir ardi ...
yah..sebagian besar puisi2 ku terinspirasi dari sini..tapi ga' semua lho...btw tanks ya..

@ Alvhie aja ga pake N..
wah ...terimakasih ya...berarti turut menjiwai tulisan aku ini..

Osi said...

Maaf aku tidak bisa berkomentar tentang dia dan dia...karena aku jg bukanlah orang yang sempurna....kesalahan pastilah selalu ada, tp menurutku tidak selayaknya Wil memajang foto mereka di sini....aib biarlah aib buat mereka...maaf sekali lagi, bukan saya bermaksud membela mereka.....saya pun mengerti maksud hati dan kesedihan serta keputus asaan akan masalah keluarga kamu Wil...tp ada baiknya Wil bisa menyimpan aib ini.

Untuk masalah sang anak, sebaiknya secara perlahan di jelaskan sedikit demi sedikit...cari waktu yang tepat, misalnya di saat liburan sekolah agar beban pikiran si anak tidak terlalu terpuruk...jelaskan kepadanya seperti apa sekarang hubungan ayah dan ibunya....ingat Wil...jelaskan secara bertahap pada si anak.

Sekali lagi aku minta maaf ...bila penjelasanku ini agak berlebihan

Tetap semangat ya Wil...
Mungkin hari ini waktu untuk kamu bersedih....semoga tawa dan bahagia akan segera menghampiri kehidupan kamu....jadikan dirimu lebih berarti buat anak mu dan orang2 yang mencintai kamu

Laksamana Embun said...

Sabar ya Mas.Badai pasti berlalu..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ SeNjA...
terimakasih Sahabat ku...anda adalah sahabat terbaik yg pernah aku kenal...aku akan camkan baik2 nasehat mu ini sahabat...dan memang tidak mudah untuk mengungkapkan hal ini tapi sekarang aku telah lega sebab ternyata banyak sahabat yang menghiburku disini..semoga kami tegar, kuat, dan tetap terus berada dalam lindungan Allah SWT...salam dari kami (aku dan jagoanku] untuk mu..semoga Allah membalas kebaikan mu..Amin..oya..masih suka shalat sepertiga malam kan ???

@ Shin-kun ...
tidak mudah memang menghadapi cobaan ini dan suguh teramat berat sobat...tapi aku yakin Allah memberiku jaln yg terbaik, dan Allah tidak akan mungkin memberiku cobaan yang sekiranya tak bisa aku tanggung..salam dari kami [aku dan putra ku] untuk mu...

@ secangkir teh dan sekerat roti..
terimaksih sahabat, anda adalah sahabat terbaik..salam dari kami [aku dan putra ku] untuk mu...

aan said...

maaf mas wilyo aku baru nemu postingan ini,td sy cari2..

aku sempet ngikutin blog ini dari awal2 dulu banget,,perasaan dulu di pajang tuh foto2 "ibunya anak2" dan aku sempet ngiri loh,,tapi kali ini baca postingan ini jadi sedih,,memang hidup penuh rahasia

smoga tetap sabar dan tabah mudah2an Tuhan memberi yang terbaik,

bluethunderheart said...

nice meski sedikit tersentuh
but blue yakin pasti abang sangat sangat sabar dalam hal sedemikian
salam hangat dari blue

nyunz said...

jadi kangen ama bapakku :D, oh bapakku, hihihi, aku juga akan menyayangi keluargaku :)

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ osi...
tadinya aku juga berfikir seperti itu bahwa itu adalah aib mereka, tapi mereka aja gak menganggap bahwa ini adalah aib...coba aja sobat liat di fb mereka, mereka ga malu tuh masang foto ini padahal dia juga berteman dengan keluargaku, bahkan adik kandung dan adik sepupu ku, teman seprofesi, teman blog ku dll...apa yang mereka lakukan ??? apakah mereka punya rasa malunya ?? bahkan dia mengolok2 kami...cobalah tengok fb mereka..
btw...thanks ya...atas masukannya sungguh sangat berarti...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Laksamana Embun..
makasih ya sob...

@ aan ..
yah..begitulah hidup sob...

@ bluethunderheart
Insya Allah aku tegar dan sabar soh...do'ain ya

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ nyunz ...
ya...keluarga adalah segalanya...btw thanks ya...

albertus goentoer tjahjadi said...

ah... sudah banyak sobat yang memberi pendapat di sini... aku cuma bisa menambah satu hal... lakukan yang menurut mas terbaik sesuai dengan hati nurani...

rahmatea said...

lama ga online.....apa kabar sobat? wah surprise....saya jadi tahu cerita yang sebenarnya....tetap tabah dan sabar, semua pasti ada hikmahnya.

jadi juga pulang kampungnya? semoga kerinduan akan keluarga yang terpendam selama ini bisa terobati setelah bertemu dengan keluarga dan anak tercinta. salam buat semua.

elpa said...

Assalamualaikum bang...mhhh yg tabah y,beritahulah tentang keadaan sebenarnya dengang ketenangan unsyaallah sang buah hati bs memahami.sedih boleh tapi jangan berlarutan ingat Sang pencipta lebih tahu yg terbaik buat abang,mantan istri mungkin bukan jodoh terbaik abang,Allah dengan rahasianya pasti punya rencana buat abang.semua kejadian kan ada hikmah d sebaliknya..ku percaya Abang juga sang buah hati adalah termasuk orang2 yg tegar...amin....

harto said...

turut prihatin juga nih Mas Willyo, smg tetap tabah, tegar dan selalu bertawakkal kepada Allah SWT.

"Jika hati tenang & selalu bertawakkal kepada Allah SWT, maka hidup akan terasa lebih nyaman dalam melakukan ibadah, ia yakin bahwa Allah yang mengatur kehidupannya. Hatinya senantiasa di bimbing oleh Allah, ia selalu melakukan ikhtiar di dunia untuk mendapatkan tempat disisi Allah di akhirat kelak".

salam tuk adik kecil Willyo Yunior, semoga menjadi anak yang sholeh, pintar, taat agama berbakti pada orang tua dan berguna bagi nusa bangsa serta selalu tabah & sabar dalam menjalani hidup ini

Tetap semangat Mas Willyo.....

richo said...

kunjungan.... btw ada masalah apa yah??? kok ga ada apa2 kliatane

richarie said...

kangg..anaknya sapa itu?

Rock said...

Siap bergerilya mas Will??? hahaha...

SeNjA said...

sahabat,..

biarkan jagoanmu menikmati masa kanak-kanak nya yg indah dulu tanpa harus tahu kenyataan ibunya meninggalkan dia. beri penjelasan yang bijaksana,menurutku mengatakan ibunya sedang bekerja jauh llebih bak...agar jiwanya tetap tenang dan bahagia,karena anak2 sangat sensitif...

kelak jika dia sudah agak sedikit lebih besar baru beri penjelasan.

* masih sahabat,... ^^
bloging membuat aku lbh rajin hehehe,karena aku jd sering terbangun tengah malam dan dilanjutkan bercengkrama denganNya ...^^


tetap semangat ya ^^

Dhana/戴安娜 said...

salam sahabat
ehm ga tahu mau respon apalagi kak..iyu loh kalimat.....sayangi ibumu...karena dia tetaplah ibumu....kok terbesit pertanyaan loh apa ga bersama atau apa ta?wadouh maaf ya good luck,ups sampaikan taklim pada kedua ortu kak Willyo good luck ya

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Aku sangat terharu membaca kisahmu sobat, terasa ada bilur2 bening yang menyeruak untuk keluar.
Tetap tegar yah sobat... Allah akan senantiasa bersama hambanya yang sabar.

Ambar said...

ternyata puisi2 cinta selama ini tercipta untuk istrinya mas wilyo ya?? yang sabar ya mas..

Kristanto Wds said...

Lama tak berkunjung...
Semoga semua masalah dapat cepat terselaisaikan....

AISHALIFE-LINE said...

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang ya sabar bro.semoga cepat dapat penggantinya....
Sedih kalau denger wanita yang egois seperti ini.

hendrie k_bejo said...

wanita emang Racun Duniaaaa...!

RifkyMedia™ said...

mampir malam sob.salam hangat selalu dari RifkyMedia™

rasich said...

oohh.. sungguh mengharukan mas,.. semoga diberi ketabahan ya???

Bahauddin Amyasi said...

Sabar memang pahit ya, tapi ketidaksabaran justru akan berakhir dengan kepahitan...

Salam kenal, mas...

Free S said...

speechless :(

satriacell said...

untuk mengatakan hal itu kepada anak, kita harus mencari momen yang pas. ga pa2 kita bohongi dia toh itu juga demi kebaikan kita semua, kalau perlu tunggu sampai si anak tumbuh menjadi sedikit dewasa. semoga abang tabah menghadapinya dan proses persidangannya segera selesai. Amiiinnn.........

anyin said...

sampe ngga bisa ngomong om.. anaknya lucu... dan sepertinya tegar seperti om... hidup itu lelah, mengeluh boleh.. tapi berdiri lagi ya om.. masing2 kita punya perang dimasing2 medannya :)

Bayu Lebond said...

SIAAAAP DAAAN...foto-fotonya bikin ngiri aja neh...

eNKa said...

salam kenal mas. kalo perlu tas buat istri tercinta boleh mampir dan pilih sendiri

Lifestyle said...

turut prihatin kang, mungkin akan sulit menjelaskan buat sikecil, tapi lebih baik dia tau yg sebenarnya...
semoga diberi ketabahan.....

Lifestyle said...

oh iya kang kelupaan, blognya dah ku follow, klo berkenan follow balik y...
sekali lg yg tabah y kang....

Abi Sabila said...

tetaplah sabar dan sadar saudaraku,semoga Allah memberikan penggantinya yang akan memberikan ketenangan, kesejukan dunia hingga akhirat. Dan untuk sang permata hati, membohonginya terus menerus jelas tidak baik dan tidak benar,namun juga diperlukan kehati-hatian agar informasi ini bisa sampai kepadanya sebagaimana yang sebenarnya. Sulit memang, tapi bukah hal yang mustahil. Mohonlah petunjuk dan bimbingan Allah, dengan menjadikan sholat dan sabar sebagai penolognmu. Do'aku menyertai kesabaran, ketabahan dan ketawakalanmu...

Desfirawita said...

hiks...ceritanya mengharukan sekali.
tetap tegar ya pak

sabirinnet said...

wah saya jadi terharu mas, betul kata kawan2 baiknya mas sedikit2 memberikan penjelasan supaya nantinya anakda tdk terkejut. biarlah ibunya berkhianat tapi yg penting ia bersama bapaknya.

rumah blogger said...

hidup memang keras mas ya, untungnya mas ditempa dari disiplin yg tinggi, sehingga bisa mengendalikan diri. kalau saya nggak tahu deh, sabar mas ya, semua ini pasti ada hikmahnya dan pasti ada rahasia dibalik semua ini

Zahra Lathifa said...

Semoga segala benang kusut yang ada cepat terurai...badai pasti berlalu kok..salam buat sang buah hati, ikut berdoa semoga tegar...:-)

ina said...

hikz... sabar yah ade kecil
tegarlah....

sedih...

ina said...

mengertilah dik...
bahwa ayahmu pun merasakan sedihmu...

smoga kakag sama adek diberi ketabahan :)

♥ria♥ said...

sedih >,<
tp tetp sabar yah mas pasti nanti akan ada hikmahnya nanti

dinda cute said...

dinda gak bisa bilang apa2, cuma hati yang bisa bicara, semoga tabah and tetap semangat demi buah hati tercinta...

athene said...

sedih banget, ya memang hidup kadang tak berjalan seperti yang kita inginkan,,, tetap semangat dalam menjalani hidup, dunia belum berakhir sekarang, mari bangun dunia baru yang lebih baik bersama orang-orang yang leih baik

Hdsence said...

aku hadir lagi sahabatku,,
mendengar tuturmu...

mudah2an lewat tulisan ini kita bisa berbagi,,,

lewat tulisan ini, aku memberimu semangat..

keep spirit yacch...

fai_cong said...

sedih banget kang....
aku mbrebes ikz....
mudah²an Allah memberikan penggati yang lebih baek kang.
hanya itu do'aku kepada kang willyo.
dan cepatlah cari penggantinya kang,
supaya anak lebih bisa menerima sebelum ia beranjak dewasa.
salam persahabatan...

ajeng said...

Subhanallah..
Semoga senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan serta kekuatan untuk membimbing sang putra. InsyaAllah, akan mendapatkan ganti yang lebih baik..
Terima kasih sudah mampir keBlog saya, salam kenal ^_^

belajar autocad said...

semoga rukun-rukun selalu dan selalu dalam lindungan-Nya...
terima kasih sudah menyambangi blog "butut" saya....

nophie said...

sabar ya mas, semoga nantinya anak bisa mengerti.
yakin bahwa Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang terbaik untuk menjadi pendamping sekaligus ibu dari anak mas willy.

semutbengkok said...

turu sedih mas!! smoga dengan kjadian ini bsa mnjadikan mas lebih kuat n tabah lg!!
jujur aq jg perna mrasakan apa yg dirasakan oleh anaknya mas!!
sedi bgt psti bila ortu kta tdk lg satu rumah!!
yg besar imbas nya k anaknya mas
trutama bila sang anak dtanya oleh orang yg baru dkenal..pasti gk akn terlewatkan yg namany dtanya maslah kedua ortu..
tp yh mo gmn lg!! ke khilafan seorang istri bagimu dan seorg ibu bagi putramu tlah menggoyahkan kebahagianmu trutama anakmu..
smoga dberi ktabahan buatmu mas!!
aq dlu dtgGalkan oleh salah satu ortu q smasa kecil..
ibu q mengabarkn kpda q scara pelan2 tentg kpergian sang ayah!!
aq bisa tabah kok mas dengan umur skecil itu, wktu itu aq masih TK
slama mas bisa menjellaskn dengan pelan2, aku yakin anaknya mas Will anak yg tabah dan kuat

Anonymous said...

Lapor Polisi Aja Laki2 kurang ajar kaya' gitu Sob...

richarie said...

semangat kangg..jgn cengeng hoho. anak kang wilyo khan cowo. nyantai ajaaaaa hoho.

dwi isnein said...

Sabar ya sob...dibalik itu semua pasti ada hikmahnya. Ambil positifnya aja sob...Sukses buat sobatku.

Rock said...

Selamat malam mas Willyo...

Johnson Manurung said...

sungguh sedih dan haru membacanya ... sahabatku engkau sangat tabah & tegar ... tak ada kata tuk melukiskannya, semoga ALLAH SWT melindungi dan melimpahkan Rahmat dan hidayahnya kepadamu Sahabaku.

Bintang said...

jadi pengen nangis wil baca postingan ini....tapi jangan lupa..suatu saat nanti kamu harus kasih tau ke anakmu...kamu harus kasih tau keadaan yang sebenarnya...tabah n sabar aja yah will

richarie said...

mampirrrrrrrr nih kangg

KucingTengil said...

Aaaah... Bang wilyooo... Tanggung jawaaaab... Mia ampe nangis ngebacanyaaa

Bang wilyo yang tabah ya, smoga di beri pengganti yg lebih baik dan setia dalam suka dan duka. Smoga si kecil di beri ketabahan dan pemahaman oleh Tuhan agar mentalnya kuat menerima ujian ini. Amieeen..

Sigit Purwanto said...

Waktu kita lelah dalam menjalani
Semua macam kisah dalam hidup ini
Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah
Saat kenyataan ga sejalan dengan harapan
Saat keyakinan hilang dalam kepahitan
Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba
Menjadi lebih baik dalam jalani hidup ini
Janganlah resah tiada waktu menjawabnya

Kau harus bersabar
Semua indah pada waktunya

(Saint loco)

semangat mas..jangan pernah menyerah

dinoe said...

yang tabah ya mas..setiap persoalan maupun kejadian ..pasti ada hikmah terbaik buat kita..tetap semangat mas...salam ...

bintangwina said...

pada waktunya nanti mas wilyo harus menjelaskan pada anak mas wilyo.
pilih saat yang tepat, semoga diberi ketabahan ya mas.

salut buat mas wilyo yang berani menuliskannya terang2an di sini. perlu kebenarian untuk melakukan hal ini.

saya pernah melihat dan mendengar kasus seperti ini, bahkan mungkin lebih. tidak hanya perempuan, lelakipun waktu itu banyak yang hidup serumah tanpa ikatan perkawinan.

disini saya jadi bisa mengerti dan ikut merasakan bagaimana seandainya perasaan orang yang di khianati kesetiannya. soalnya dulu saya hanya melihat mereka yang selingkuh tapi tidak pernah mendengar keluh orang yang diselingkuhi. sungguh suatu cobaan yang berat, tapi saya yakin mas wilyo akan mampu menghadapinya.

AntokZ said...

ikut sedih meski cuman membaca
tapi nextime pilih waktu yang tepat untuk menjelaskan pada anak anda krna dia juga berhk tau


Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih
Salam Blogger
:D

ica said...

Cuman mau titip salam buat si jagoan... dari tante ica yang biasa maling es kelapa muda milik babenya hehehehe
Semangat ya mas Wilyo... !!

Kristanto Wds said...

Makasih kunjungan baliknya... ditunggu lagi komen baliknya...

Latifah hizboel said...

Inilah hidup sebuah pilihan, dan harus memilihnya diantara pilihan bahagia dan duka, sabar dan syukur. Suatu saat kau akan berucap syukur atas kesabaran yang kau lakukan, dari hikmah yang tersimpan dalam cerita tentang kau dan dia.

Maaf baru berkunjung lagi, setelah sekian lama tak berkunjung kubaca tentangmu yang sangat mengharukan.

richo said...

semoga selalu semangat ya bang.... mungkin ini sebuah awal menjadi lebih baik, walopun memang cukup pedih. tapi kamu masih punya jagoan yang sangat membutuhkan ketegaran mu