Suatu hari disebuah kedai kopi, aku dan seorang teman terlibat dalam sebuah perbincangan.
Teman : "Bang, aku heran dengan si A, setiap berbicara omongannya tuh gede banget."
Aku : "Ach, masa sih. Perasaan biasa-biasa aja deh."
Teman : ya' ilah bang ! abang belum tau aja tuh. Seperti kemaren saat dia mau keluar kota, dia ngomong begini. Eh.. besok aku ada acara keluar kota nih, rencana mo pake Mobil Bokap yang Honda Jazz tu, soalnya bokap gi di rumah".
Sejenak dia terdiam sambil nyruput kopi hangatnya.
"Ngapain coba nyebut Merek. Penting kah ?" lanjutnya lagi.
Aku tertawa sambil berkata "ya biarin aja, wong itu kenyataan kok, klo kamu yang ngomong gitu baru heboh dunia persilatan, soalnya kamu dan aku sama saja, KERE !!"
Setibanya dirumah aku mengingat-ingat saat aku berbicara dengan orang, jangan-jangan aku tak ada bedanya dengan si A itu, sebab aku tipikal orang yang suka bercanda. Astagfirullah !
Terkadang memang, tanpa kita sadari bahwa dalam berbicara sering kali kita menunjukkan kelebihan, kehebatan, kekuatan diri kita pada lawan bicara, mungkin dengan tujuan agar lawan bicara tidak meremehkan kita. Yah, tidak salah memang, tapi perlu kita ketahui bahwa dari pembicaraan itu lah orang akan menilai seperti apa diri kita. Dan jauh sebelum pembicaraan ku dengan teman tersebut, Rasulullah SAW sudah mengingatkan kita dengan sebuah hadist
"Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih, dan orang-orang yang sombong." (HR At-Tirmidzi) .
"Aduh.. !! jangan-jangan aku termasuk dalam golongan ini, Naudzubillah minzalik, aku musti banyak belajar berbicara nih " pikirku dalam hati.
Teman : "Bang, aku heran dengan si A, setiap berbicara omongannya tuh gede banget."
Aku : "Ach, masa sih. Perasaan biasa-biasa aja deh."
Teman : ya' ilah bang ! abang belum tau aja tuh. Seperti kemaren saat dia mau keluar kota, dia ngomong begini. Eh.. besok aku ada acara keluar kota nih, rencana mo pake Mobil Bokap yang Honda Jazz tu, soalnya bokap gi di rumah".
Sejenak dia terdiam sambil nyruput kopi hangatnya.
"Ngapain coba nyebut Merek. Penting kah ?" lanjutnya lagi.
Aku tertawa sambil berkata "ya biarin aja, wong itu kenyataan kok, klo kamu yang ngomong gitu baru heboh dunia persilatan, soalnya kamu dan aku sama saja, KERE !!"
Setibanya dirumah aku mengingat-ingat saat aku berbicara dengan orang, jangan-jangan aku tak ada bedanya dengan si A itu, sebab aku tipikal orang yang suka bercanda. Astagfirullah !
Terkadang memang, tanpa kita sadari bahwa dalam berbicara sering kali kita menunjukkan kelebihan, kehebatan, kekuatan diri kita pada lawan bicara, mungkin dengan tujuan agar lawan bicara tidak meremehkan kita. Yah, tidak salah memang, tapi perlu kita ketahui bahwa dari pembicaraan itu lah orang akan menilai seperti apa diri kita. Dan jauh sebelum pembicaraan ku dengan teman tersebut, Rasulullah SAW sudah mengingatkan kita dengan sebuah hadist
"Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara, orang yang berpura-pura fasih, dan orang-orang yang sombong." (HR At-Tirmidzi) .
"Aduh.. !! jangan-jangan aku termasuk dalam golongan ini, Naudzubillah minzalik, aku musti banyak belajar berbicara nih " pikirku dalam hati.
