Demi sumpah ku pada takdir ku
aku terus merayap menelusuri liang-liang
tanpa pamrih.
batu,
kerikil,
sampah,
bahkan kotoran
tak membuatku muak dan menyesal
Seluruh mahluk menertawakan ku
bahwa aku bodoh,
berada dibawah
tertindih oleh berat tubuh mu
atau aku ini laksana kuli
mencari nafkah agar kau tumbuh sempurna
Biar sajalah, itu mereka
aku hanya ingin berkata
Aku tak pernah menyesal
Aku tak pernah mengeluh
Aku tak pernah menagih
justru aku bahagia
bisa memberi mu makanan
bisa menopang tubuh mu
hingga kau berdiri kokoh menantang alam
tapi...