02 October 2010

AKAR

Demi sumpah ku pada takdir ku aku terus merayap menelusuri liang-liang tanpa pamrih. batu, kerikil, sampah, bahkan kotoran tak membuatku muak dan menyesal Seluruh mahluk menertawakan ku bahwa aku bodoh, berada dibawah tertindih oleh berat tubuh mu atau aku ini laksana kuli mencari nafkah agar kau tumbuh sempurna Biar sajalah, itu mereka aku hanya ingin berkata Aku tak pernah menyesal Aku tak pernah mengeluh Aku tak pernah menagih justru aku bahagia bisa memberi mu makanan bisa menopang tubuh mu hingga kau berdiri kokoh menantang alam tapi...