Search

Loading...

05 January 2012

Seperti Itulah Cinta Sejati Itu

Suatu hari seorang pemuda bertanya kepada salah seorang penjaga taman :

Pemuda : "pak, apakah bapak tau bagaimana cinta sejati itu ?"

Penjaga taman : "berjalanlah lurus ditaman bunga yang luas itu, petiklah salah satu bunga yang menurut anda paling terindah dan terbaik. Tetapi setelah anda memetik satu bunga, anda tidak boleh berbalik kebelakang, nanti anda akan mengetahui bagaimana cinta sejati itu.

Kemudian pemuda itu berjalan melaksanakan petunjuk sang penjaga taman.
Setelah sekian lama pemuda itu berjalan, pemuda itu kembali dengan tangan hampa.

Penjaga taman lantas bertanya : "mana bunga yang kau petik ?"

pemuda itupun menjawab : "aku tak mendapatkanya, sebenarnya diawal perjalanan ku tadi, aku telah menemukan bunga itu, tetapi aku berfikir, di depan pasti masih ada yang lebih bagus lagi. Tetapi setelah aku berada di ujung taman, aku baru sadar bahwa bunga yang aku temui di awal-awal aku berjalan itulah bunga yang paling terindah dan terbaik.  Ingin rasanya aku memutar diri, tetapi  anda berpesan untuk tidak boleh berbalik ke belakang."

Penjaga taman pun berkata : "Seperti itulah cinta sejati itu, semakin kau mencari yang terbaik, maka kau tak akan pernah bisa menemukannya. Jangan pernah sia-siakan cinta yang tumbuh dihati mu, karena waktu tak akan pernah bisa kembali.




willyo Senapati Alsyah.

31 December 2011

Kenangan Pahit di Tahun 2011

Pernah ku coba membuka pintu itu untuk mu
setelah lama tertutup gelap tak benderang
lantas kuberi ia penerang
tapi aku kembali menutup dan menguncinya rapat-rapat
setelah itu kuncinya aku buang ke tengah samudera
sebab aku tak mau lagi kau memasukinya

smua kisah telah ku tulis dalam buku diary ku
termasuk dirimu
agar aku kenang engkau selalu sebagai sebuah kenangan pahit di tahun 2011

Trimakasih atas semua kisah PAHIT yang telah kau beri.

30 December 2011

Magrib 12 Nopember 2011

Saat surya menepi di ujung senja
aku rebahkan raga dan jiwaku pada Mu
Betapa rapuhnya aku, alangkah tak berdayanya raga ku
Tuhan
Masihkah kau ada dalam setiap denyut nadi ku ?
atau Kau telah menjauh sebab alpa ku ?

Dekap aku Tuhan,
agar aku merasakan sejuk nikmat yang kau beri
terlalu banyak keluh yg kerap kali keluar dari bibirku

sungguh betapa aku hanya seperti debu tertiup angin.