WELCOME TO MY BLOG GUBUK BLEKENYEK

GOOGLE TRANSLATE

Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Award lagi dari sahabat

>> 22 November 2009

Apa karena sudah memasuki musim hujan.. Gubuk blekenyek kebanjiran, tapi jangan salah...ini bukan banjir air lho...melainkan banjir award...duh sampai kebingungan aku....mau bawa pelampung aja ach, takut tenggelam soalnya hehehehe....

inilah awad2 tersebut :






Award paling atas datang dari Panji Surya Putra
http://alkatro.blogspot.com

Award yang di tengah datang dari Martin Juanda
http://numb3rblog.blogspot.com
bersama NathaLia Cornelis

http://smartlovebeauty.blogspot.com/

Award paling bawah dari Adik Dhana Arsega
http://dhanaarsega.blogspot.com

Oleh karena pemilik Gubuk Blekenyek tidak mau pilih kasih dan menganggap bahwa semua pengunjung blog ini adalah sahabat....maka bagi siapa saja yang mengunjungi di blog ini jika berkenan silahkan mengambil award tersebut diatas.



READ MORE.....

Tuhan....aku takut

>> 16 November 2009

Tuhan,
aku takut,
aku takut,
aku lari dari Mu
sebab keluh lidah dan keruhnya hati ku


Tuhan,

masih kah kau ada
dekap nadi ku
ciumi kalbu ku
belai raga ku,
hingga nama mu tetap agung dalam setiap hela nafas ku

Tuhan ku,
jiwaku remuk
mataku mulai pudar
seakan tak bisa lagi tatap kemilau pelangi
atau kelipan bintang dan rembulan
bawalah aku terbang melintasi langit-langit rohani Mu
biar aku sedikit bercumbu do'a
agar lega jiwa dahaga

Tuhan ku
tak bisakah Kau sedikit merayu ku dengan langgam-langgam cinta Mu seperti dulu ?
agar aku bisa kembali tersenyum
meski dedaunan pagi tak lagi berembun
siang tak lagi benderang
dan malampun tak lagi berbintang

Tuhan ku
Ijinkan aku datang pada Mu
sambutlah aku dengan cinta Mu
agar aku dapat memeluk Mu
bersandar di pundak Mu
menumpahkan seluruh keluh kesah ku


Tuhan ku...
Maafkan aku....


Depok, Senin 16/11/09 jam. 03.00 pagi

READ MORE.....

sajak pecundang

>> 10 November 2009

dalam lipatan kain itu
kau bersarang
merayap hingga ke sela-sela kasur ku yang kusut
dengan syair-syair indah mu yang benyek
selami isinya hingga kau seperti dewa.

ketika aku merenung
menjelajahi diri pada langit
agar matahari kembali terang
dan bintang kembali gemintang
bagai pahlawan kesiangan kau datang
hingga lebur dalam legenda

kawan,
disini aku telah memeluk bungkam
dengan sedikit sketsa kejayaan cinta silam
terbungkus rapih dalam bingkai-bingkai naluri
sebab bidadari tak nampak lagi

mengapa tak takut dosa ?
bukankah kau tahu Tuhan ada dan tidak diam ?
cinta tetap lah cinta
tapi cinta mempunyai batas dan aturan

atau
karena kau berharta hingga tak beretika ?
ataukah kau hanya pecundang ?
tak bisa melayangkan sedikit nalar

tengadahkan wajah hingga langit bergetar
semoga Tuhan menyayangimu disetiap ruang dan waktu



Depok
rabu 11/11/09 pukul 02.39 pagi
Willyo ALsyah Putra Pratama

READ MORE.....

rasa pada sebuah benih

>> 06 November 2009

Tak pernah berhenti kisah itu menari di pelupuk mata yang kian keropos
mematuki jasad - jasad yang telah mati dalam liang-liang duka lubuk hati,
sebab tak bisa berkata jangan pergi.

tak kuasa rasa..
terima hantaman ombak yang begitu keras.
terus dan terus hingga tak bisa mendekap sedikit nafas.
sikap mu telah pecahkan karang menjadi puing - puing yang tak berarti. sebab dalam hantaman mu itu, cerita yang pernah mengitari indahnya kerajaan hati telah terlindas dan tertelan oleh waktu.

dan ketika malam menjelang
kau kibaskan rasa itu pada benih yang pernah ku tanam,
kurawat dengan peluh, hingga terkadang menelanjangi siang atau pun malam agar dia tumbuh dengan mekar
dan aku gerek bendera iba padanya
sebab kau tak ada iba.


jelas ...kau belum mengerti tentang arti sebuah badai kawan !!
sebab kau tak pernah bisa melawan dengan sedikit ciuman do'a yang bersemanyam dalam rasa.
dan kau jelas tak punya rasa kawan !!
sebab kau tak mengerti tentang rasa sebuah benih.

aku hanya bisa berlalu lancas berucap
oh..begini rupa hidup ini...


Depok
jumat 06/11/09 pukul 03.55 pagi
Willyo ALsyah Putra Pratama

READ MORE.....

  © Blogger templates Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP