di bawah bayang-bayang kisah,ia tak mudah berjalan beriringanraganya tak lagi merasaia hanya terbang mengitari cakrawala, tak lagi hinggap mencumbu mawar, angrek, melati atau apapun itu perumpamaannya hanya sebuah alunan yang terfikiryaitu alunan cinta nya dari surga yang mewujudkan darah, daging dan nafas agar kelak dapat berdiri tegar hadapi kerasnya alamia sering membasuh tubuhnya di atas telagatelaga bukan sembarang telagatapi telaga yang mampu menyatukan antara mata dan akal, agar bisa seiring sejalanTidak akal membutakan mataatau mata mematikan...