09 January 2013

Seorang Wanita Hamil Tua Jadi Pengamen

Sore ini, masih seperti sore sore sebelumnya....
hujan masih saja bertahan,dengan berbekal mantel kupaksakan untuk tetap pulang...

perlahan sepeda motorku berjalan menembus pekatnya mendung dan rintik hujan.
Aku hampir sampai ke rumah, namun rintik hujan menghentikan laju sepeda motorku untuk menepi,

dipinggiran jalan, tepat didepan sebuah minimarket ada penjual martabak langgananku...."mas, martabak keju 1 yha..."iya", jawabnya...

beberapa menit berselang, terlihat olehku 2 orang wanita berjalan ditengah derasnya hujan, membawa tape recorder yg dibungkus plastik keresek. Seorang lagi membawa bekas bungkus permen yang seyogyanya untuk tempat orang2 yang ikhlas menyisihkan sedikit rizkinya untuk mereka berdua.

Namun dari ke dua sudut mataku menetes bening air yg bukan berasal dari tetesan hujan...betapa tidak...seorang dari wanita tersebut tengah mengandung,

aku dapat memperkirakan bahwa kandungannya sudah tinggal menghitung hari...duuuh Allah, betapa besar beban yg harus ditanggungnya demi sesuap nasi yang harus ia dapatkan atau jangan-jangan masih ada lagi anak-anak nya dirumah yang sedang menunggu rizki ibunya hari ini....betapapun beratnya hidup,,sebagai manusia dia sudah berusaha...

#pelajaran yg berharga bagiku...sejatinya aku menjadi hamba yg senantiasa bersyukur, masih banyak diluar sana orang-orang yg tidak seberuntung aku dan membutuhkan uluran tangan kita, menyisihkan sedikit rizkimu tidak akan serta merta membuatmu menjadi miskin dan hina...Insya Allah... Allah akan membalasnya dengan rizki yang berlipat ganda..Aamiin.

10 komentar:

Ibrahim Sukman said...

Jika kemudian harus bicara salah dan benar, maka saya akan mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh dua orang itu benar. Sedang yang salah adalah para penguasa negeri ini yang sibuk korupsi dan mengenyangkan perut sendiri plus kroni-kroninya..

Candra Aditya said...

Hngh..!!
Inilah hidup sob, selaluuuu ada saja hal yang bisa diambil untuk belajar! :)
thx sob!

Lina Marliana said...

salut membaca tulisan ini kang.. meski dengan kondisi seperti itu mereka tetep mau berusaha untuk memperoleh uang dengan bekerja.. dari pada sekedar jd peminta2..

UnikTenan said...

waduh,,beneran tuh kalo melihat sendiri mungkin sama , meneteskan air mata.

novi rahantan said...

bahagianya bayi dlm kandungan... si ibu,, pastinya berusaha keras untuk mempersiapkan kehadiran si bayi, meski harus ngamen sekalipun :)

anak nelayan said...

apapun yang terjadi ..tetap semangat

Anonymous said...

mohon maaf sblumnya, tlg di cek emailnya mas, saya baru saja mgrim email ke email sdra. saya anak dari ibu Lili Efita

Obat Herbal Ace Maxs said...

mengharukan :"(

BizriL Blog said...

Apa kabar bang Willyo? sahabat blogger dari masa lalu, hehe,, hebat blognya sekarang sudah PR 3.
Masih ingat kan sama BizriL Blog : http://bizril.blogspot.com ?

Obat Miom said...

Sangat Prihatin ya , seorang wanita yang sedang dalam keadaan hamil tua seperti itu harus mencari nafkah .