20 June 2009

52 Pesan Terakhir Seorang Kekasih

Dalam cobaan yang memaksa diriku untuk berbaring tak berdaya di kamar ini
kupaksakan diriku untuk menggoreskan tinta ini sebagai ungkapan rasa sayang yang teramat sangat padamu
berat rasanya jari ini mengayun menuliskan kata demi kata karena rasa ini tak bisa diukur dengan tinta dan berbaris kata-kata

Adinda..
bertahun-tahun sudah cinta ini
dan selama itu pula rasa cinta dan sayang ini terhantam badai silih beganti
bukan....bukan dinda...
aku bukanlah seorang pengecut seperti yang kau tuduhkan padaku selama ini
dan aku bukanlah seorang penyiksa batin dan perasaan
sungguh.......
mengapa engkau tak mengerti itu

Adinda..
saat pertama kali kita bertemu Kamis Dua Februari sepuluh tahun silam
aku telah memutuskan untuk bangkit dari keputusasaan atas ketidak berdayaanku melawan semua derita yang tiada tara.
dan kau pun tahu itu
bersama kita bangkit meraih sinar rembulan dalam satu ikatan
karena sesungguhnya sejak hari itulah hati dan jiwaku telah terisi olehmu
kehadiranmu memberikan semangat baru bagiku, pengobat rasa sakit ku, hingga aku mampu bertahan hidup sampai dengan sekarang ini.

Dinda...
ku kecup keningmu dengan tetesan airmata ketika kau sakit
ku coba membela mu dikala kau tak berdaya
kubelai rambutmu hingga kau terlelap dalam tidurmu
ku doakan dirimu disetiap shalatku agar engkau bisa kembali pulih seperti sedia kala
ku ingat dirimu dikala kau jauh
ku ingat kata-kata mu disetiap hela nafasku
walau kau tak tahu itu

Namun adinda..
mengapa kau hentikan detak jantungku ?
mengapa kau gempur aku seolah aku ini seorang penjahat ?
mengapa kau siksa aku seolah aku ini seorang tawanan perang ?
tidak ada kah sedikit rasa iba itu ?

Adinda..
jika aku sudah tiada kelak
janganlah kau biarkan air matamu membasahi manis pipimu
karna aku sangat menyukai indah pipimu itu
biarkanlah diriku pergi dengan membawa sejuta kenangan indah saat bersamamu
jika raga ini hancur berkalang tanah, biarlah
tapi dirimu akan selalu ada sampai Tuhan mempertemukan kita kembali dialam surga
biarlah semua ini berjalan seperti apa adanya karena ini adalah takdir dari Sang Pencipta yang tak bisa aku tolak

Adinda..
terima kasih atas semua kebaikan dan ketulusanmu selama ini
terimakasih atas kenangan yang telah kau beri
terima kasih atas kehadiranmu dihatiku hingga akhir hayatku
karena jauh didalam lubuk hatiku berkata bahwa engkaulah wanita terindah yang pernah ada didalamnya
dan do'akan aku adinda...

Oh Tuhan...
lindungi dan sayangi adindaku
jagalah dia selama aku tak ada disisinya
bahagiakanlah dia karna dia pantas bahagia

Adinda...
aku menantimu dipintu surga


salam.....


Depok 20 Juni 2009 pukul 03.13 pagi

52 komentar:

Kuyus_is_cute said...

waduh? ini beneran true story kah?

willyo alsyah putra pratama said...

saya menulis "pesan terakhir seorang kekasih" ini berdasarkan hayalan mba...thanks ya..

cah_eleq said...

wah.... hayalannya TOP BGT... romantis amat nich....

wiLLy0 @lsy@h pUtr@ pR@t@m@ said...

cah eleg..tenkQiu..ya

Marcos Liza Khaihana said...

wah..mantap sob..karya ini dari hayalan ?? cikcikcik..hebat...

Willyo Alsyah P.Pratama said...

@marcos...makasih sob..tpi jadi ga' enak dibilang mantap...saya juga masih dalam tahap belajar...

nobita said...

romantis banget soBB.... I like....

aan said...

khayalan tingkat tinggi nih sob..hehe

sukses ya

ROe said...

nice imagination..!

baca juga imajinasi2 di blogku.. hehe,,

dunia imajiner emang bebas.! apapun boleh saja dipikirkan dan dikhyalkan..

Rizky2009 said...

sangat romantis dan menyentuh

phonank said...

waduuh...

so sweet euy...

aku malah lagi hangat2nya sama pacarku, gak mau kirim pesan terakhir dulu deh

Rihar Diana(dhana) said...

salam sahabat
wah kak Wilyo saya merasa gimana gitu,menyentuh kalbu-ku he.he..good luck ya

asep canda said...

Waduh sob ini pengalaman pribadi ya hehheheh jadi pingin ngalamin yang kaya gini heheheheh indah kali ya untuk di kenang

Dinoe said...

Jadi terharu membacanya...sebuah cinta sejati yang kukuh mengikat walau dia tlah pergi

jho said...

sampai merinding nih bulu kudukku, sangat menyentuh. klo boleh tahu siapa yg alami cerita ni :)

Mengembalikan Jati Diri Bangsa said...

meskipun bukan true story, tapi siip. makasih

lina@happy family said...

Menyentuh sekali Mas Willyo, pengalaman pribadi kah?

Jiox said...

i'm not sure kalau bukan true story? mungkin ini lukisan kegalauan awal dari pudarnya jutaan rasa dalam setiap butiran embun yg terhempas dalam badai.. :)

Seri Bahasa said...

hanya mereka yang pernah merasa tahu akan segalanya. tapi ingatlah bak kata pepatah melayu; berani mandi berani basah. itulah risiko yang yang harus ditanggung kerana tidak semua yang kita rencanakan akan berakhir dengan kebahagiaan. ingatlah, jangan dikenang perkara yang lalu, pandanglah ke hadapan kerana masih banyak harapan menanti.

khusnul said...

Hidup hanyalah di tuntut untuk melatih kesabaran.
jika kita sabar pasti kita akan bisa memetik buahnya.
jika kita pesimis akan menatap masa depan kita akan selalu di ridhoi Allah Swt.
Allah maha tahu...maha adil...maha bijaksana dan maha segalanya.
Kembalikan semuanya pada sang Illahi.

heru said...

mantap nich sobat, saya suka puisinya
salam sukses selalu

Blog Bisnisku said...

wach sahabatku yang satu ini kenapa jadi tambaaaaahhhh melankolis yach....da pa sob???

osi said...

Amin....

SeNjA said...

jika ini love story alangkah indahnya, jikapun imajinasi...hemm..luar biasa...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Nobita... thanks sob...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ aan.... kaya' lagunya piterpan ya..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ roe...thanks ..saya akan berkunjung juga..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Rizky2009.... thanks ya..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ phonank ...
semoga langgeng sob..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Rihar Diana(dhana) ...
wah..Dana...bisa aja nih..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ asep canda ...
hemmmm.... ada deh...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Dinoe ....
hemmm.... thanks ya...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ jho .....
hehehehe.... yang ngalami ??? ada ajja...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Mengembalikan Jati Diri Bangsa.....

thanks ya..kawan

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ lina@happy family .....

hemmmmm...adda ajjaa..hehehe

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Jiox ...
senyum aja deh but jiox...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Seri Bahasa ....
thanks sahabat ku seri.. anda memang sahabat terbaik

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ khusnul ....
hidup untuk melatih kesabaran...hehehe..betul juga kata kmu dik..

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ heru ....
thaks bgt ya ...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ Blog Bisnisku ... ga ada apa2 sob...bisssaaa ...hehehehe

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ osi .... thank you sis...

Willyo Alsyah P. Isman said...

@ SeNjA ...
duh jadi malu ..ada orang sastra..datang..

goresan lia said...

duh...nyentuh banget. hebat bisa ngayal trus nulis yang beginian

moenas said...

was makin mantab aja nih puisinya,,,

ipin said...

khayalan or imagination di tuangkan dengan penuh perasaan hingga membuat pembaca terkesima :)kalau ST12 dengan saat terakhirnya sedangkan sobat pesan terakhir tapi yg penting buat saya ini bukan kkunjungan yang terakhir looh..hehehe..

teriam kasih kunjungan & koment nya broo..senang bisa berbagi di blog AC smoga dapat bermanfaat. :)

albertus goentoer tjahjadi said...

keren seperti biasanya...

Lina Marliana said...

Owwalahhh.. kirain kisah nyata sendiri... ternyata cuman khayalan tho.. tiwas hatiku ngiris banget ngerasakan sedihnya... heheheee..

peace said...

So Sweet.......keren banget nich puisinya bang,sukses dech......

bliyanbayem said...

cuittt... cuittt... romantis banget nih mas!! apalagi bikinnya malem-malem jam 3!! salut deh mas!!

NegeriAds.com Solusi Berpromosi said...

manteb sob..terus berkarya. sukses slalu n mohon dukungannya ya..tks

faizal iqbal cynk cmuanya said...

bener2 menyentu hati kata2 mu membuat bulu kudukq berdiri . . .
2 jempol untuk mu. .

Tips Pria said...

Romantis sob!
Mantap!
di tunggu pos selanjutnya...

 

Gubuk Blekenyek Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates