24 June 2009

S E S A L

.
aku seperti matahari
terbelenggu awan legam
disudut sepi malam harimu
yang tak bisa menerawang jauh
lembah dan dalam samudera
sebab
menyusuri langgam malam dengan tulang terburai
mengigaui kunang-kunang dan burung malam
sudah tak mampu beranjak meraih seikat mawar
sang peri pengharum alam
jernih embun dedaunan pagi parasmu
bergoyang tertiup angin getir sisa dosa malam
dua bulan lalu
menyampaikanku pada simpuh tikar lusuh
untaian kasih seorang ibu
harap nada hati hancurkan matahari
bulan, bintang serta riuh langgam puteri malam
agar bisa memilah ranum padi
turunan Siti Hawa mendekap
kitab suci
.

4 komentar:

lover said...

Sesal tiada berarti jika tidak kita resapi, peace and sucses aleays...

Marcos Liza Khaihana said...

tak ada manusia sempurna yang penting menyadari kesalahan sob, but ini kisah nyata at halayan aja(motau aja ya)heheheheh....

Willyo Alsyah P.Pratama said...

tenkQiu dah mampir..terinspirasi dr curhat seseorang...

kelirirenk said...

Keren tuh kata-katanya, tapi isinya menyayat hati...
Jika benar, semoga atas kehendak Tuhan dapat bersatu lagi