Tak pernah berhenti kisah itu menari di pelupuk mata yang kian keropos
mematuki jasad - jasad yang telah mati dalam liang-liang duka lubuk hati,
sebab tak bisa berkata jangan pergi.
tak kuasa rasa..
terima hantaman ombak yang begitu keras.
terus dan terus hingga tak bisa mendekap sedikit nafas.
sikap mu telah pecahkan karang menjadi puing - puing yang tak berarti. sebab dalam hantaman mu itu, cerita yang pernah mengitari indahnya kerajaan hati telah terlindas dan tertelan oleh waktu.
dan ketika malam menjelang
kau kibaskan rasa itu pada benih yang pernah ku tanam,
kurawat dengan peluh, hingga terkadang menelanjangi siang atau pun malam agar dia tumbuh dengan mekar
dan aku gerek bendera iba padanya
sebab kau tak ada iba.
jelas ...kau belum mengerti tentang arti sebuah badai kawan !!
sebab kau tak pernah bisa melawan dengan sedikit ciuman do'a yang bersemanyam dalam rasa.
dan kau jelas tak punya rasa kawan !!
sebab kau tak mengerti tentang rasa sebuah benih.
aku hanya bisa berlalu lancas berucap
oh..begini rupa hidup ini... Depok
jumat 06/11/09 pukul 03.55 pagi
Willyo ALsyah Putra Pratama