Jam menunjukkan pukul tiga sore, anak itu menggayuh sepeda nya dengan cepat menuju sebuah agen koran di kotanya. Sepulang mengaji sepedanya selalu digayuhnya menuju ke agen koran itu. Warna merah matahari yang hampir tenggelam atau tangisan dari langit tak pernah dihiraukannya. Baginya mengantar koran adalah sebuah pekerjaan yang harus dikerjakannya dengan bangga, sebab buku, pensil, sepatu serta seragam sekolah semua dibeli dari hasil kerjanya sebagai tukang pengantar koran. Tukang koran, begitulah orang-orang memanggilnya. Tak banyak yang...