16 July 2011

Dua Minggu Di Kota Palopo

Saya lahir di Kota palopo pada tanggal 5 Juni 1975, saya banyak menimba ilmu di kota ini dari SD, SLTP sampai  SLTA saya tamatkan disana. Tetapi setelah saya tamat SLTA saya meninggalkan kota ini, oleh karena saya lulus Secaba TNI AD. Walau sejak tahun 1996 saya menetap di Depok Jawa Barat, Indonesia, kenangan terhadap Kota ini tetap membekas dihati.

Kota Palopo adalah sebuah kota di provisi Sulawesi Selatan, indonesia. Kota Palopo sebelumnya berstatus kota administratif sejak 1986 dan merupakan bagian dari Kabupaten Luwu yang kemudian berubah menjadi kota pada tahun 2002 sesuai UU Nomor 11 tahun 2002 tanggal 10 April 2002.

Pada awal berdirinya sebagai Kota Otonom, Palopo terdiri dari 4 kecamatan dan 20 kelurahan, kemudian pada tanggal 28 April 2005, berdasarkan Perda Kota Palopo Nomor 03 Tahun 2005, dilaksanakan pemekaran Wilayah Kecamatan dan Kelurahan menjadi 9 Kecamatan dan 48 Kelurahan.

Kota Palopo memiliki luas wilayah 155,19 km2 dan berpenduduk sebanyak 120.748 jiwa.

Kota palopo ini dulunya bernama Ware yang dikenal dalam epik La Galigo. Nama "Palopo" ini diperkirakan mulai digunakan sejak tahun 1604, bersamaan dengan pembangunan Masjid Jami Tua. Kata "Palopo" ini diambil dari dua bahasa Bugis-Luwu yang artinya pertamanya adalah nama sebuah penganan ketan dan air gula merah yang dicampur sedang arti kedua adalah memasukkan pasak ke dalam tiang bangunan. Dua kata ini ada hubungannya dengan pembangunan dan penggunaan secara resmi Masjid Jami tua pada jaman tersebut.

Minggu lalu saya sempat mengunjungi kota ini lagi, kota yang telah lama saya tinggalkan, kota yang menuh dengan keromantisan. Ternyata, kota ini telah banyak mengalami kemajuan. Pembangunan terlihat jelas dimana-mana. Dua minggu rasanya tak cukup untuk menghilangkan semua kerinduan dengan kota ini.

DIRGAHAYU KOTA PALOPO YANG KE 9


2 komentar:

Rubiyanto Sutrisno said...

Jadi pengen juga ke Palopo mas, kapan ya ....!

mbah cyber said...

Kapan-kpn klo ada cuti dinas pengen maen ke kota agan