21 October 2009

Cerita Seorang Ayah.....

Mentari itu telah redup, bias cahayanya hampir tenggelam tertutup awan mendung, luka meradang pada pepohonan tumbang tak tersiram dihalaman rumah itu.
bayangan mu ada di sudut itu, tertawa melihat ku disini sendiri berselimut sepi diantara siang dan malam.

Akar rerumputan dan sebatang pohon singkong melambai-lambai tertiup angin sore. Aku duduk disitu mengingat mu tertawa padaku mengodaku pada sebatang pohong nangka yang tak berbuah.
Oh..begini rupa hidup ini.....


Mentari telah kembali ke peraduan, kumandang azan bersahut-sahutan mengetarkan cakrawala, aku tak beranjak. Kakiku terasa kaku untuk pergi dari tempat ini, meninggalkan berjuta kisah indah bersama pujaan hati.

Dibalik sebuah pintu lapuk perselingkuhan rayap dan semut hitam, ada sepeda yang dulu ku beli dengan cinta dan kasih agar sang buah hati tersenyum di sepanjang hari. Kupandangi sepeda itu, seolah kau ada disitu Nak.....menggayuh sepeda itu, dengan lambaian tangan mu pada ku sambil berkata "Ayah aku main dulu ya".
aku berdiri, meraih sepeda warna merah itu, kugayuh sejenak di teras rumah yang tak lagi ramai.
teringat diri mu Nak !!........semoga kau tak menderita seperti ku kelak !!

Gelap telah menyelimuti hari dan mentari benar-benar tak nampak lagi.
masih seperti ini, terdiam disini.......di tempat ini, tak ada tawa, tak ada canda, tak ada lambaian tangan si buah hati, tak ada kata "Ayah aku main dulu ya". Tak ada senyum itu lagi...
Oh.....
Begini rupa hidup ini.......


Terinpirasi dari seorang sahabat satu profesi, smoga kau sehat2 aja kawan

27 komentar:

Muchlisin said...

Ayah memang seorang yang luar biasa. Budi baiknya tak pernah mampu kita balas. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa ayah kami dan sayangilah ia sebagaimana ia menyayangi kami

My Video Q said...

Father was an extraordinary person. Best minds we can never return. O Allah, forgive the sins of our fathers and to care he was as he loved us

Seri Bahasa said...

ayah ialah kepala keluarga, orang yang bertanggung jawab menyara segala keperluan ahli keluargnya. justru budi baiknya seharusnya dihargai.

program said...

KU BINGUNG AYAH DULU ATAU IBU DULU ?

KucingTengil said...

PAPAAAAAAAAAAAAAA *nangis termehek2*

IMCurtain said...

Hello bloggers,

Looking for the perfect place to promote your blog?

-> Attract more people to your blog, connect with other bloggers and more!

It's totally FREE for all!

Just click on the 'Tutorial' button if you not sure how to use it.

Join now: Free Blog Traffic

Enjoy blogging!

jhonson blog said...

ayah dan ibu ibarat kedua kaki saling berkaitan erat,tdk dpt di pisahkan.

tapi kenyataan hidup di masyarakat...rata rata tidak menyukai ayah nya :)

pelangi anak said...

SAYA JUGA SANGAT MENGAGUMI FIGUR AYAH, SAMA DERAJAT DAN KWALITASNYA DENGAN KEKAGUMAN SAYA TERHADAP IBU.

KINI SETELAH KAMI MENIKAH, SAYA JUGA MENARUH SAYANG YANG SAMA KEPADA AYAH DAN IBU MERTUA. BELIAU-BELIAU JUGA SANGAT SAYA KAGUMI. MESKIPUN FAKTANYA, SAYA BISA MERASAKAN BAHWA IBU MERTUA TERKESAN KURANG SAYANG KEPADA MENANTU PEREMPUAN (SAYA), BILA MASIH DIANGGAP SOPAN SAYA MEMBANDINGKANNYA DENGAN KASIH SAYANG YANG DIBERIKAN OLEH BAPAK MERTUA, SEJAUH INI. HARAPANNYA, TIDAK AKAN MUNCUL MASALAH DENGAN PERSOALAN KECIL TERSEBUT.

SALAM KOMPAK & THANKS!

Mayyadah said...

ada bakat jadi cerpenis, oi! hehehh...mantap!

taris said...

i love you dad

info ternak said...

saya sangat terharu dan sedikit teringat kampung halaman, teringat ayah, ibu, dan semuanya,

sama sobat saya juga jauh di rantau ini, hanya berteman sesama blogger, untuk saling menyampaikan rasa bahagia lewat berbagi...

Mudah-mudahan kita bisa berkumpul kembali bersama insan yang kita cintai dan sayangi kelak ketika kita pulang ke kampung halaman..

salam sobat my site

secangkir teh dan sekerat roti said...

wah,, saya kapan ya pegang anak kaya gitu...?

Mbah Cyber said...

Wah kalo nggak ada ayah, mungkin kita juga nggak bakalan ada didunia ini lho..tul gak sob>>

narti said...

anaknya pergi kemana? koq gak ngerti...

DP said...

tulisannya bagus, buat seorang ayah yang rindu pada anaknya.

harto said...

Berbahagialah yang masih punya orang tua (emma ama babe)jangan kalian sia sia kan, bahagiakanlah dia, sayangilah dia..... Diriku sangat merindukanmu, hanyalah selembar photo yang bisa kutatap sebagai pelepas rindu... Yaa Allah ampunilah kedua orang tuaku sayangilah dia n masukkanlah dia ke jannatunnaim...

Jadi sediiih nehhh sob, ingat sama emma ame babe yang udeh ga ade...

blekenyek said...

@Wah ...makasih ya sob..atas komentar sobat...Ayah adalah sosok figur yang seharusnya tidak kita lupakan..walaupun terkadang ayah kita galak, tapi yakin itu semua demi kebahagian kita..

NumB3R said...

artikelnya bagus mas. . .
jadi mengingatkan saya pada ayah yg nun jauh disana :)

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Postingan mantap,....
Aku jadi teringat Almarhum Ayah.

lusiedulink said...

certinya menyentuh hati

paddi said...

Berkunjung Sob

cah ndeso said...

hehehhe...jadi pengen cepat2 pulang trus nyium si kecil nih.

Goapleks [cis] said...

Ayah....
Aku ingin pulang......
Jadi sedih kalo inget masa kecil....

Bang Ancis said...

Hmmm emang anaknya kemana Bro, atau hanya sebuah renungan? Kalau sekedar renungan, mantab sekali tuh kata2nya, aku aja jadi sedih banget....

cahyadi said...

ayah... kau adalah yang terbaik bagiku bersama ibu... salam kasihku untukmu...

lina@happy family said...

cerita yang menyentuh, Mas. Ibu saya sudah meninggal, tugas saya sekarang adalah menemani Bapak...

Nurul Islam said...

Aku jadi ingat sayang nya ayah (abah) dan perjuangan nya mebesarkan ku.. dan menyayangi dengn caranya sendiri yg dulu tak ku mengerti.. skrg aku faham stlh jadi seorang ayah dgn putri kecil nan cantik..smoga ayah bisa membsarkan dan mendidikmu smpai kelak posisiku digantikan seseorang yg mencintaimu dan mnyayangimu setulus hati..amin